COVID-19 & Udara

Sampai baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap kontak dengan permukaan yang terinfeksi virus sebagai satu-satunya cara penularan yang didukung oleh bukti ilmiah. Ini terjadi ketika Covid-19 ditularkan melalui cipratan atau droplet dari batuk atau bersin.

Itulah alasan mengapa pejabat WHO menganggap cuci tangan adalah langkah pencegahan penting melawan Covid-19. Namun kini mereka mengakui kemungkinan 'airborne transmission' atau penularan lewat udara.

Apa itu penularan lewat udara?

Penularan lewat udara terjadi ketika kita menghirup virus atau bakteri yang dibawa oleh partikel yang melayang di udara selama berjam-jam. Droplet yang jauh lebih kecil ini bisa menyebar di area yang lebih luas. TBC, flu, dan pneumonia adalah contoh penyakit yang ditularkan melalui udara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pernyataan resmi yang menyebutkan sejumlah studi yang menunjukkan bahwa virus corona bisa bertahan di udara, terutama pada ruangan tertutup, dan bisa menular.

Berikut beberapa poin terkait kajian terbaru yang dirilis WHO mengenai penyebaran virus corona di udara yang perlu dipahami:

Virus Corona menyebar melalui udara (airborne) dan droplet

Pembaharuan WHO mengenai transmisi virus corona melalui udara tidak menghapus peringatan WHO mengenai penularan virus ini melalui droplet.

Kontak dekat dengan seseorang yang mengeluarkan air liur atau sekresi pernapasan dengan droplet berdiameter lebih dari 5-10 mikron tetap berpotensi menularkan virus.

Oleh karena itu, imbauan untuk menjaga jarak tetap berlaku. Menurut WHO, udara yang diembuskan oleh penderita Covid-19 memungkinkan transmisi virus melalui aerosol.

WHO menyebutkan, beberapa laporan Covid-19 yang terkait dengan kerumunan di dalam ruangan telah menemukan potensi penularan virus melalui aerosol dan dikombinasikan dengan droplet, misalnya ketika latihan paduan suara, berada di restoran, atau gym. 

Airborne transmission atau penularan lewat udara, merupakan penyebaran agen infeksius yang disebabkan oleh penyebaran droplet nuclei atau aerosol (inti tetesan) yang tetap menular ketika melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama. Sedangkan droplet adalah tetesan pernapasan berupa percikan dan buliran saat batuk dan bersin atau bicara berukuran >5 mikron.

Ditulis oleh :
dr. Iraisa Rosaria
PPDS Patologi Klinis

ceklab.id

Cek Kesehatan di Rumah